Komputerisasi Aksara Bali

Berbicara soal budaya di jaman globalisasi ini, ya bisa dibilang masih terjaga budayanya, namun seiring berjalannya waktu kemungkinan besar budaya itu akan punah, bukti nyata adalah dengan adanya suatu alat serba bisa dan terus dikembangkan dan bahkan lebih jenius daripada manusia. Komputer, itulah nama alatnya. Hampir segala hal dapat dilakukan dengan Komputer, menulis, menggambar, berbelanja, membuat produk, komunikasi dan kegiatan yang lainnya. Memang sebuah alat yang mengagumkan.

Sekarang mari kita tengok ke belakang, tepatnya di wilayah kita yang penuh dengan nuansa religi, ya… Bali.. pulau seribu Pura. Kita masyarakat Bali mengenal Aksara Bali, atau tulisan Bali. Tulisan Bali adalah tulisan yang biasanya diulis untuk menulis kekawin, lontar, rerajahan dan yang berhubungan dengan upacara keagamaan. Melihat generasi sekarang, tak banyak generasi muda Bali yang dapat menulis aksara Bali. Padahal menulis Bali telah dimasukkan dalam pelajaran di sekolah. Memang diakui butuh keterampilan agar bisa menulis Aksara Bali, disamping itu juga aturan ejaan dan peletakannya tidak semudah menulis latin. Ada yang namanya Gempelan, Gantungan, Pepet, dsb. Cara menulisnya yang berliku – liku terkadang membuat kita “LEKATI” mempelajarinya. Tapi terlepas dari itu Aksara Bali adalah warisan dari leluhur kita yang patut dilestarikan. Cara melestarikannya ya dengan mempelajarinya.. disamping karena sulit, mungkin sekarang orang – orang sudah berdalih pada alat tulis yang praktis, dimana tinggal menekan tombol – tombol saja untuk menuliskan sebuah kata.

Nah menyikapi perubahan ini, sudah semestinya Aksara Bali diadaptasikan dengan teknologi. Yups…… saya setuju buangeeeeeeeetsss………………. Sudah waktunya menulis Aksara Bali bisa dilakukan di Komputer… keren kan….

Tentu bisa, tak ada yang tak mungkin, sebenarnya sejak beberapa tahun lalu sudah ada aplikasi yang digunakan untuk menulis Aksara Bali di komputer. Nama aplikasinya adalah “Bali Simbar”.

saya sudah pernah mencoba aplikasinya, aplikasi ini bersatu dengan Ms. Office Word 2007, cara menggunakannya sama dengan mengetik biasa pada Word. Tapi dalam pembuatan kata agar mirip seperti tulisan yang benar, itu cukup sulit, misalkan kita membuat gantungan, kita mesti menggunakan kombinasi – kombinasi tombol pada keyboard. Tapi buat yang sudah terbiasa dengan penggunaan kombinasi tombol tidak akan kesulitan dalam menulis. Dalam paket installnya sudah dilengkapi tabel nama aksara dan cara membuatnya. Gimana???? menarik kan….. sudah saatnya Komputerisasi Aksara Bali itu dikembangkan.

meski cara menulisnya dibilang cukup rumit, tapi dari saya pribadi, saya sangat berterima kasih kepada yang membuat Software tersebut. Karena telah membawa trobosan baru, dan software ini bisa digunakan untuk belajar mengenal Aksara Bali. Semoga kedepan Software ini semakin berkembang dan semakin mudah dalam pengoperasiannya. ASTUNGKARA…

Tertarik ga???? buat semeton yang tertarik, silahkan unduk aplikasinya melalui link dibawah ini

Free Download Bali Simbar

Semeton Bali mekejang, ayo kita lestarikan budaya Bali kita ini, salah satunya Aksara Bali, jangan sampai ada budaya kita yang punah termakan modernisasi, mari kita lestarikan agar tetap ada seiring berkembangnya jaman.

semoga Bali tetep ajeg…

Astungkara…..

Notice: ini adalah pengalam hidup saya selama menuntut ilmu, kelas 12 sebuah SMK Ternama di Tabanan, sisi lainnya saya menemukan orang yang bisa menjadi enutup segala kekurangan saya.  “Menyatukan aku yang “BEDA” hingga kuat dan tentram di dalamnya”           
“All is well……” sahutku kepada Eka. “Emang bisa semudah itu gus?”, eka nanya balik. “Aman, pokok’e tenang…”. terlihat asik perbincangan antara Agus dengan Eka, kebetulan saat itu lagi giliran praktek di lab komputer. Agus(Gus Wira) dan Eka(Eka Putra) adalah anak kelas 12 sebuah SMK ternama di Tabanan. 2 Orang yang duduk sebangku ini bisa dibilang cukup akrab, dengan basa basi yang selalu mewarnai obrolan mereka. Di depan mereka duduk 2 orang cewek yang Brilliant dan penggila komik, yaitu Sekar dan Namhy. Dan tak jarang mereka kepergok guru sedang asik membaca komik dan novel.
            Setiap hari di kelas kita bercanda, bercanda dan bercanda,namun satu tim yang solid. Keakraban yang baru terbentuk setelah hampir 3 tahun bersama. “Ok anak-anak sebagai tugas akhir, bapak ingin kalian membuat persentasi mengenai masalah internet, satu kelompok terdiri dari 4 orang ya”, kata Pak Wahyu yang kala itu mengajar KKPI. Namun aku sedang rapat OSIS kala itu dan pasrah saja dimasukin ke kelompok mana. “Ka, kamu mau kelompok sama siapa ni, yang ada aku, sekar, dan Agus mau ku masukin kesini, kamu gimana?”, tanya Namhy ke Eka. “Sama aku ja ‘Ka, tinggal lagi satu ni”, sahut yogi di belakang. “ah aku kelompok sama Agus ja ah, masa ngianatin soulmate sendiri”, tegas Eka menentukan pilihannya. “Okay, inget ya tugasnya mulai dipersentasiin minggu depan”, akhir kata dari pak guru.
            “tet…..tet……” bel pulangpun berbunyi, semua murid berhamburan keluas kelas menuju parkir. Dan anggota osispun keluar dari ruangan osis dan pulang. “ni tasmu gus, kamu satu kelompok sama aku,namhy dan sekar, kita disuruh buat persentasi, materinya Blogger:, kata Eka kepadaku. “Oh…sip bro…entar kita buat bareng-bareng dan bagi tugas ya, urusan persentasi serahin ke GW”, sahutku. Di sekolah teman-teman disamping memanggilku gus, juga dipanggil GW yaitu singkatan dari Gus Wira. “Yuk pulang, nanti kabari kalo udah dapat materinya ya”, “sip gus!”. Mereka pun mengambil motor masing-masing dan pulang berbarengan.
            Jujur semur hidup baru kali ini aku menjumpai sejumlah teman yang memang mengerti dan saling mengerti satu sama lain, aku harap kita berempat menjadi sahabat sejati, selamanya. Begitu indahnya kebersamaan, saling mengejek satu sama lain, berbagi cerita, mengerjakan tugas bareng, saling contek, seru dah… diantara mereka, akulah yang paling kalem, namun sesekali mulutku berbicara…bah…. mati kutu semua…hehehe… mungkin inilah namanya sahabat sejati.
            pagi tlah tiba disekolah, awal-awal aku kelas 12, sering telat masuk kelas, tapi bukan berarti lambat datang, aku tiba disekolah sekitar jam 7 pagi, namun aku sarapan dulu di kantin di atas, dan ketika selesai sarapan biasanya bel telah berbunyi, hingga sering buru-buru masuk kek kelas. “Gimana, ada yg udah dapat materi belum??”, tanyaku ke kelompokku. “hehe aku dapat ne sejarah, fungsi, macam-macam, dan kegunaan blog”, sahut Eka.. “nah bagus toh..” sahutku “, nanti untuk ilustrasinya pake blogku aja ya..hehehehe”,sambungku. “hu….disaat seperti ini masih ja nyempetin promosi kau gus, dasar otak bisnis!”, kata eka sambil menyodok kepalaku. “yah gimana men, usaha pengetikan di rumah sepi pelanggan, yang buat design juga ga da lagi”.lanjutku.
            wah…. seru tuh.. begitulah gambaran kecil jika aku berkumpul dengan Eka, Namhy dan Sekar. Kebetulan aku dan sekar tanggal lahirnya sama, dan juga sama-sama kerempeng…hehehe… saling walek seakan sudah menjadi agenda harian kita berempat, dan tak jarang sampai ada yang ngambek, biasanya Namhy tuh…. namun dia juga yang biasanya memancing agar mau bercanda, tapi ujung-ujungnya dia juga kena batunya.
            Curhatan kita selain mengenai pelajaran, terkadang juga masalah pribadi, kejadian sehari-hari, dan tak jarang masalah percintaan. Emamng kita berempat belum ada yang punya pacar. Dan tak jarang ada isu2 yang mengabarkan diantara berempat ada yang paling suka, dan sempat membuat relationship antra salah satu dari kita ga baik,namun itu Cuma sementara aja kok..sante bro….hehe
            Dulu waktu musim hujan, sempat nungguin hujan reda sampai hampir jam 4 sore di kelas, Cuma aku sama Eka saja, yang lain udah dari tadi pulang dengan mantel,ada juga yang menerobos. Aku bawa sih mantel tapi depannya sobek, jadi sama aja basah sampe rumah, Eka juga memiliki problem yang sama…hehehe.. entah kenapa semakin hari persahabatn kita semakin erat, saling membantu, saling mendukung, saling mengisi dan saling memotivasi. Seru dah…
            Dan aku adalah seorang anak yang memiliki hobi otak atik foto, dan dokumentasiin suatu kegiatan, terkadang aku minta ke teman-teman untuk merekam aktivitas kelas sebagai dokumentasi saat berpisah nanti, sudah ada 2 video yang editingnya saya sendiri dan sudah di upload di facebook. Dan banyak mendapat koment dari penontonnya. Saya harap dengan dokumen itu dapat menghapus rindu akan kebersamaan di kelas.
            Okay… kembali ke topik utama, TERLALU SINGKAT, yah… kata itu mungkin sangat cocok untuk kita berempat, kenapa diakhir gini kita baru seakrab ini, coba dari kelas 10 dulu, sudah banyak memory yang kita ukir. Tak jarang juga kita pulangnya berboncengan, maklum Namhy takut naik motor dan sekar tukang ojeknya namhy kadang-kadang bermasalah motornya. Tapi itu menambah keasikan perjalanan pulang.
            Tapi… UN telah berlalu, pertanda sekolah segera usai, sudah pastinya kita jarang dan bahkan takkan pernah ketemu lagi. Terlalu singkat memang kebersamaan ini, kebersamaan yang mestinya continue dan never end. Ga sampai 9 bulanan, kita udah harus pisah, menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Tapi ingat kawan-kawan itu bukan penghalang kita. Untuk tetap bersama dan menjalin komukiasi yang baik.  Inget kebersamaan dulu tetaplah kita bina sampai akhir nanti. Jalin komunikasi yang baik, jangan pernah lupakan aku ya kawan-kawan, mesti terkadang kehadiranku membuat kalian kesal. Inget kabar-kabari kalau punya acara dan sudah pada Married nanti…
Gus Wira,Eka Putra,Namhy, Sekar….. 4ever…
“pegang pundakku jangan pernah lepaskan, bila ku mulai mulai lelah, lelah dan bersinar.remas sayapku jangan pernah lepaskan, bila ku ingin terbang, terbang meninggalkanmu. Ku slalu membanggakanmu, kaupun slalu menyanjungku, aku dan kamu darah abadi, demi bermain bersama, kita duakan sEgalanya… MERDEKA kita…. KITA MERDEKA…!!!!!!

‘al buruan dong!!!”, Dewa memanggil Aldi. “Sabar bentar gimana sih?? Masih pagi bener ne “Wa!” Aldi menyahut. Kemudian mereka berdua berangkat sekolah bareng dengan si jeruk kesayangannya Aldi. “Al, ga kerasa ya sekarang kita udah kelas 2 SMP, hem… kamu dah punya pacar belum ‘al?. “Belumlah ‘Wa, mending serius dulu sama pelajaran, kita ne kan baru saja menginjak remaja, emang tau apa masalah cinta??” sahut Aldi. “Owalaaah… jaman 2000 namanya, Sdpun sudah pada berpacaran ‘Al!!” sambung Dewa. “Bodo ah, nani pacar datang sendiri!” sahut Aldi ga peduli. “cieeehhhh ya lo kan tampan ‘Al… ga sulit lo nyari cewek, sekali tepuk, 5 cewek mati,.hehehehe”, Dewa nyindir.“Apaan sih!!!” sahut Aldi.

            “Tet…… tet…. bel masukpun berbunyi, semua siswa memasuki kelas. “Mohon perhatian kepada seluruh pengurus osis diharapkan segera berkumpul di lapangan upacara, terimakasih” terdengar pengumuman dari speaker yang terpajang disetiap kelas. Dalam sekejap seluruh pengurus osis SMP Harapan berkumpul dilapangan. Termasuk Aldi, ia sebagai pengurus osis dibidang kesenian. “baik rekan-rekan osis sekalian hari ini kita kita semua tidak dapat mengikuti pelajaran karena kita akan melaksanakan persiapan Acara pelantikan Adik kelas kita yang diselenggarakan dua hari lagi. Dan acara sekarang adalah pembangunan panggung di halaman sekolah kita, kamu Iwan saya ugaskan sebagai seksi perlengkapan, Doni dan Dika kamu sebagai seksi kerja dan kamu Aldi dan Nita, kamu sebagai seksi tata ruang dan dekorasi, saya harapkan semua mau melaksanakan tugas masing-masing dan silahkan pilih beberapa orang untuk dijadikan sebagai pembantu maisng-masing seksi, teman-eman paham??” tegas Guna selaku ketua osis. “Paham..” sahut rekan osis yang lain.
            Kesibukan sangat terasa di halaman sekolah hari ini. Semua osis melaksanakan tugasnya masing-masing, setelah selesai menyusun rencana bentuk panggung dan perencanaan dekorasinya, seksi perlengkapan pun mulai mencari bahan-bahan. Bel istirahat telah berganti. Di depan lapangan upacara adalah deretan kelas VII yang akan segera dilantik. Semua murid berhamburan keluar. Ada yang berbelanja ke kantin, ada yang ikut membantu osis, ada yang sengaja jailin temannya, atau sekedar duduk-duduk di teras depan kelas.
            “Al hari yang indah ya… kita kerja gini di lapangan siang hari untuk cuaca mendukung, ga terang dan ga mendung juga…sejuk…” kata nita. “Ia nok ta…kita semua jadi semangat bekerja, apa lagi ada teman-teman yang antusias membantu, sebuah solidaritas yang perlu dijaga”, sahut Aldi. “Oey kalian berdua, kerja dong, jangan pacaran aja!!” selah Doni menyindir Aldi dan Nita. “Oey…sembarangan..siapa yang pacaran, panggung sudah sip ne bos, tinggal nunggu bahan untuk dekorasi saja”, sahut Nita.
            Terlihat dari kejauhan seorang cewek dari kelas VIII A yang sekan menaruh perhatian kepada Aldi, ketika Aldi menoleh dia, itu cewek membalikkan badan… tapi ketika Aldi berpaling, itu cewek kembali menatap Aldi. Aldi yang saat itu masih takut dan agak gimana gitu masalah percintaan sok gak peduli dengan keadaan. Cewek itu bernama Juni. “las..las…las…. sini – sini deh…lo kenal sama osis yang itu ga??” Juni menarik tangan Lasti dengan gayanya yang agak cerewet gitu. “yang mana ‘Jun??” tanya Lasti. “itu yang kurus, rambut pendek depannya naik ke atas!”, lanjut Juni dengan semangatnya. “Oh…itu namanya Aldi, kakaknya Kumara teman sekelas kita, kenapa??? Naksir ya sama dia??/hayo…..!!” sindir Lasti.. “ih apaan sih……. ganteng banget sih…andai dia jadi pacarku…ah…sekan dia surgaku”, kata Juni. “Ngeyel lo…… kalo suka bilang dong langsung sama dia, tapi hati-hati dia agak sok ga peduli gitu sama cewek yang belum dikenalnya”, sahut Lasti. “gue ga peduli…. em…tampan banget sih to cowok….maniezzzz”. Juni sambil menghayal jadi pacarnya dia.
            “Al bantuin gue ngangkat bangku ni!”, seru Iwan. Sedang hati-hatinya mengangkat bangku, tiba-tiba.. “brak..” seseorang menabrak Aldi dari belakang, seorang cewek kelas VII yang sehabis dari kantin membawa minuman. “aduh kak… maafin saya ya kak, saya ga sengaja…. oh ya ampun…baju kakak kena minuman maaf ya kak”. Kata cewek itu sambil mengambil tisu untuk membersihkan baju Aldi yang Kena minuman. “Oh…ya ga apa-apa dik…udah-udah gausah dibersihin ga apa kok”. Sahut Aldi yang merasa ga nyaman dadanya dielus-elus begitu. “oh ya kak salam kenal adik kelasmu, Mita”, kata Cewek itu sambil mengulurkan tangannya. “Aldi..!” sahut Aldi membalas tangan Mita. Tapi selang waktu berjalan, begitu Aldi ingin melepas jabat tangan, tangannya terpengan erat oleh itu cewek. “lho…hem!” berharap Cewek itu mau melepaskan tangannya. Tapi usahanya sia-sia. Mata cewek itu sekan terbelanga menatap wajah Aldi. Aldi adalah lelaki kurus dengan muka agak bula dan gaya rambut pendek disisir dari samping kanan ke samping kiri dan depannya diangkat ke atas. “hem…” Aldi mencoba lagi. “Oh ya……maaf ya kak”, sahut mita sambil melepas tangan Aldi lalu segera menuju ke kelasnya. “Cieh…….. si Keledahay ada yang naksir ne…kirrrr…kir……”,sindir Iwan. “Apaan sih loh….baju gue basah ni!” sambung Aldi mengalihkan pembicaraan.
            Terdengar bunyi bel 3 kali pertanda bel pulang. Semua siswa berhamburan keluar dengan tas mereka masing-masing. Dan tiba tiba ada seorang cewek kelas VII menghampiri Aldi. “hai kak, salam kenal Nopi”, kata cewek itu dengan semangatnya sambil mengulurkan tangannya. Lama bengong, akhirnya Aldi menyahut “ia….saya Aldi”, sambil menjabat tangan Cewek tersebut. “Begitu berjabat tangan, cewek itu langsung pulang, dan tanpa diketahui Aldi, cewek itu meningalkan secarik kertas ditangan Aldi. “hah…apaan nih???” Aldi bingung.. dan dengan sigapnya Iwan mengambil kertas tersebut dan membacanya ,”Nopi, 081089234345”, aha…..cieh….’al…’al…. hebat lo…. ga perlu susah-susah nyari cewek” dalam waktu ni saja sudah ada 2 cewek yang naksir lo”, sindir Iwan. “Hah??? Ga ngerti dah gue sama adik kelas!!” sahut Aldi. “Al gue pulang duluannya, gue numpang sama Ifan…” Dewa menepuk punggung Aldi. “Ok…wa, jangan lupa ‘ntar malam main ke rumah gue ya”, balas Aldi.”Ok ‘Al..asal disiapin makanan enak, hehehe”, sambung dewa.
            30 menit selang bel pulang berbunyi, Anggota osis baru membubarkan diri. “ok pekerjaan hari ini kita sudahi dulu, ingat besok acara kita di aula adalah MOS terakhir, dan besok adalah pembacaan surat dari calon adik kelas kita untuk para anggota osis, itu pasti seru. Bagi osis yang terbanyak mendapat mendapat surat,akan kita jadikan Top Tallent di sekolah kita, sebelum pulang mari kita berdoa semoga kita selalu dalam lindungannya,berdoa mulai”, semua osis menundukkan kepala dipandu ketua osis yang memimpin doa. “selesai, selamat siang”, smabung Guna ketua Osis. Aldi beranjak ke kelasnya untuk mengambil tas yang masih tertinggaldi bangkunya, dan segera menuju parkiran dan pulang dengan si jeru,motor kesayangannya.
**********
            Beralih ke Calon Kelas VII yang lagi sibuk-sibuknya membuat surat untuk acara MOS besok. “’Pi, gimana nih… kamu udah selesai bikin suratnya?”, tanya Mita. “Belum ‘Ta, ‘ntar kita buat rame-rame yuk sama genk kita!”, seru Nopi. “Ok ide bagus..ntar kalian semua datang aja ke rumah gue ya..kita buat bareng-bareng”.
            Hari telah menjelang petang. Kesibukan terlihat diruang belajar Mita yang sedang bersama teman-temannya membuat surat. “Eh ‘Pi emang lo buat surat untuk siapa sih??”, tanya Mita. “Em…ada deh…rahasia…pokoknya untuk seseorang yang tampaaaaaannn banget…..aduh….moga saja aku diterima sama dia”. Kata Nopi kegirangan.. “Alah…… sok berharap lo…ni buat cowok idaman gue..pasti gue diterima!”, potong Siska. “Emang lo buat surat untuk siapa ‘In??”, tanya Putri.”Ada deh ‘Put, nanti lo baklan tau!”. Sahutnya. “Oh jadi kita saling merahasiakn surat kita nih…ok ga apa-apa…kita lihat hasilnya besok sama-sama ya”. Kata Eni.
**********
            “permisi tante, Aldinya ada ga?”, tanya Dewa pada Ibu Aldi. “Ada toh….dia di kamar langsung saka kesana ya, di lagimain komputer to”, sahut Ibunya. “Ia deh saya masuk ya bu…”. “Oew……!!!”, Dewa Mengejuti Aldi. “Astaganaga…kirain siapa… udah dari tadi ya?” sahut Aldi.”ga…baru kok, tadi sempet ngobrol sama ibumu, eh siapa toh d facebook, cantik-cantik nok….”, sahut Dewa… “Tau dah gue…banyak banget yang minta dijdiin temen nih!”, sahut Aldi.. “Ah temen apa temen…. hehehe, “. “ah lo tu wa…. emang ada yang mau sama gue yang kurung udah gitu cupu lagi!!”, sahut Aldi. “Oey…… lo to tampan Al, pa lagi dengan gaya rambutmu tu lo…khas banget…”, sahut Dewa. “Boong lo…. tampan apanya, yangada gue ni konyol…kayak keledai!!!” Aldi ngebales….  “nih nih…lihat diri lo di kaca… lo itu tampan bro…. lo itu pintar..punya nama lagi di sekolah…udah leh…tinggal pilih saja cewek yang mana mau dijadiin pacar…..ok ‘al!!1”, Dewa menyemangati sambil membawa cermin.. “ia juga sih…. kayaknya ni tampang berani ngadu dah..hehe”, sahut Aldi sambil agak bergaya di depan cermin.,”tapi…. gue masih agak takut-takutan ne sama yang namanya bercinta…gue agak gugup berhadapan dengan cewek….”, sambung Aldi. “owalah ‘al… nyante aja…ada gue yang siap menjadi mak comblang lo….sante aja bro!”, Dewa membalas… “hah???mbak comblang??? Bisa apa lo? Lo ja sampe sekarang belum punya pacar juga!”, balas Aldi.
            “eh anak-anak lagi pada ngobrolin apaan sih?? Kalian masih kecil, urusin dulu belajar kalian!”, ibu aldi nyelah mereka sambil membawakan camilan. “ini tante, Aldinya banyak yang naksir di sekolah… tapi masa ga ada yang dipilih satupunsih??”, sahut Dewa. “,boong ‘Bu, ah lo Dewa…keterlaluan lo!”, selah Aldi.  “,Udah-udah… ga apa-apa, kan bagus to nak kamu banyak yang naksir!’, ibunya menyindir. “Yah…ibu kok malah belain Dewa sih??”, sahut Aldi. “Bukannya ibu belain dewa, tapi kalo memang bener begitu ga salah toh… inget ga boleh pacaran dulu….belajar yang rajin…ya”, sahut ibunya… “Ia tante”, sambung Dewa.
**********
            Malam telah berganti pagi, jam menunujukan pukul 06.00. kriiiiiinnggggggg……. alarm mengagetkan tidurnya Dewa dan Aldi, reflek mereka bangung dengan mata masih terpejam berhamburan ke kamar madi. Namum  karena mata masih terpejam keduanya saling tubruk menubruk sehingga kondisi kamarnya kayak kapal pecah. “aduchhhh”, kepala mereka terbentur. “Kalo jalan pake mata dong!!!”, Dewa membentak Aldi. :lo aja kale yang  ga lihat jalannya”, sahut Aldi. Kemudian mereka mengambil handuk segera ke kamar madi. Sampai depan kamar mandi rebutan mandi duluan pun terjadi. “Gue duluan!!” seru Aldi..”Gue”, Dewa Balas. “Gue”, “Gue”, Gue”, mereka saling duluan masuk kamar mandi. “hehehe gue duluan masuk…ble…. sabar ja kek!”, Dewa ngeledek Aldi.
**********
            Sekarang cerita berada di sekolah. “Al, inget ntar selesai sarapan langsung ke aula ya!’, seru Guna sang ketua Osis.”Okay brow”, sahut Aldi.  “Duar…!!!”, Iwan dan Doni megagetkan Aldi dari melakang sampai Aldi tersedak makannya. “uhuuuk…uhuuuk… ah kalian ganggu orang makan aja!’, Aldi kesel. “Eh bro… sekarang kan hari yang menentukan nih…..!’, seru Doni. “Maksud lo apaan ‘Don??”. Tanya Aldi. “Ah…pura-pura ga tau lo ‘Al, hari ini kan hari terakhir MOS sekaligus pembacaan surat untuk kakak osis dari calon adik kelas kita…”, sahut Iwan. “Iya ‘Al… seperti lo tau yang paling banyak dapat surat bakalan jadi top talent di sekolah… ah..sudah pasti gue to orangnya”, Doni kegirangan. “ga mungkin… cowo paling berwibawa di sekolah ini toh gue!!’, Iwan membalas. “ngeyel kalian”, sahut Aldi.
**********
            Beralih ke aula sekolah. Semua calon kelas VII sudah berada didalam aula sekolah, sebagian kelas VIII dan IX juga ikutan menyaksikan di dalam, ada juga yang menengok dari jendela. Awal acara dimeriahkan oleh penampilan band-band sekolah yang disambut hangat sorak sorai warga SMP Harapan. Setelah itu dilanjutan dengan game ketangkasan yang berguna untuk memupuk solidaritas antad calon kelas VII.
            “ Dan kini kita telah sampai pada acara yang mungkin paling temen-temen nanti-nantikan”, kata pembawa acara. “ye…….”, sorak sorai siswa menyambutnya. “Baik… dari sekian banyak surat yang kita terima, kita dari pihak osis telah mendapatkan suara terbanyak, dan kita harap semoga ada yang diterima ya…”, seru ketua osis…. murid-muridpun kembali bersorak. Memang hasil surat itu hanya ketua Osis dan sekertaris saja yang tahu.
            “ini adalah 5 surat dengan kata-kata terbaik, bagi yang dipanggil namanya silahkan maju kedepan dan langsung bacakan isi suratnya langsung kepada orang yang dituju. Yang pertama……..”, seketika suasana aula sepi, berharap surat dari mereka-mereka menjadi yang terbaik… ada yang sedang berdoa berharap itu suranya. “Mi…….ta.. dari kelas VII A..”, sambung ketua osis.. sorak sorai murid-murid kembali meledak mengiringi perjalanan Mita Ke Vodium. “Silahkan Mita Bacakan suratmu..suratmu ditujukan kepada siapa?”, tanya Guna. “,em….. kakak Aldi yang tampan”, jawab Mita agak malu. “Hoe….. Aldi…Aldi!….. Aldi…Aldi! …Aldi!….. …Aldi!….. …Aldi!…..”, siswa yang lain menyemangati Aldi agar naik ke vodium. Dengan muka yang agak merah, Aldi naik ke vodium dan menemani Mita Membacakan surat untuknya. Sorak sorai mengikuti kata demi kata yang dibacakan oleh mita. Dan dipertengahanpun Mita sempat memegang tangan Aldi perlahan memeluk Aldi. Seketika itu keringat bercucuran keluar dari tubuh Aldi. Surat berikutnya adalah dari Nopi dan Putri yang semuanya ditujukan pada orang yang sama yaitu Aldi. Sorak sorai pun kembali berulang dan bahkan ada yang ngasi hadiah kepada Aldi. Aldi Cuma bisa geleng kepala tersipu malu. “hebat lo ‘Al… ga nyangka gue, ni pasti dah lebih dari cukup lo jadi top talent untuk 1 tahun kedepan”, Iwan menyemangati. “Apaan sih..”, Aldi seolah ga peduli.
            Baik beberapa surat terbaik telah dibacakan live, sekarang saatnya siapa nih yang jadi top talent untuk sesi kali ini… siapa??”, ketua osis melanjutkan acara. “Aldi…Aldi!….. Aldi…Aldi! …Aldi!….. …Aldi!….. …Aldi!… Aldi…Aldi!….. Aldi…Aldi! …Aldi!….. …Aldi!….. …Aldi!… Aldi…Aldi!….. Aldi…Aldi! …Aldi!….. …Aldi!….. …Aldi!…”, semua murid meneriaki Aldi. “Al………di…!!!!!”, ketua osis dengan semangat mengatakan sang top talent. Sorak soraipun kembali pecah, ada yang histeris melihat Aldi naik ke atas Vodium. Ada yang sekedar foto untuk dokumentasi. “Ayo Aldi luapkan perasaanmu didepan warga SMP Harapan”, kata ketua Osis. Muka Aldi kelihatan merah karena malu.Aldi baru bersuara “baik” sorak sorai pecah menyambut Aldi. Muka Aldi semakun merah. “,Terimakasih saya ucapkan kepada adik-adik atas pilihannya, perlu diketahui dengan posisi ini saya harapkan tidak ada dendam, konflik atau sejenisna di antara kita, ingat saya manusia biasa yang sama seperti teman-teman. Dan melalui kesempatan yang baik ini suatu kehormatan bagi saya. Dengan ini saya menyatakan kepada adik-adik, selamat telah bergabung menjadi keluarga besar SMP Harapan”, patah kata adari Aldi. “yeh…..hore….”, sorak sorai kembali pecah.
            Begitu acara selesai, tanpa dikomando banyak anak-anak yang menuju Aldi, ada yang minta tanda tangan, minta no hp, minta dijadiin pacar,ngajakin makan dsb. “aduh… sabar…sabar!”, Aldi kwalahan meladeni. “,Cieh…..top talent sekarang, baru aja…udah digrebekin gitu…,” Nita nyindir Aldi.
            Seketika itu Aldi fenomenal disekolahnya. Yang dulu dia anak pendiam dan tidak banyak diketahui keberadaannya di sekolah, sekarang menjadi topik pembicaraan terutama oleh siswi putri. Baik di kantin, perpustakaan ataupun dimana, Aldi selalu diincar oleh penggemarnya. Sampai-sampai Aldi takut keluar kelas, karena dia merasa kayak artis saja.
**********
“mbak ada yang kosong ga??”, Iwan Bersama Aldi ke warnet. “oh ada dik, yang nomor 7 ya”. “ya ampun facebook lo ‘Al.. kayak artis terkenal saja…. permintaan pertemanan 20 orang, pemberitahuan 55 ada…weleh-weleh!”, seru Iwan. “tau…banyak banget ne”, Aldi sibuk mengkonfir dan melihat pemberitahuan-pemberitahuan yang ga penting baginya karena Cuma berisi ingin kenalan, minta no hp, ngajak ketemuan,ngajak pacaran. Dan seketika itu pula banyak sekali yang lagi online dan ngajak Aldi chating. Sampai kwalahan Aldi dan Iwan menanggapi itu. Dan tiba-tiba dari bikik sebelah muncul Juni dan meneriaki ,”Aldi…. ya ampun..”, sambil duduk seenaknya disamping Aldi ,”ya ampun ga nyangka banget bisa berdampingan denganmu..ah…”, sambil memeluk Aldi. “Apaan sich!”, Aldi mengelak dan merasa tidak nyaman banget atas kehadiran cewek tersebut. “Ya ampun keringatmu…sini ku basuh,” Juni membasuh keringat di dahi Aldi. Tanpa kabar datanglah Mita dan Nopi yang hendak mencari komputer kosong di warnet dan didapatinya Aldi sedang duduk dengan Juni. Merasa ga terima Mita membrontak,”woe…kurang hajar lo cewek, berani-beraninya lo ngedeketin cowok gue nga…sialan loe!’. ,’woe ngaca!!!! Ne bukti gue deket sama dia, berarti dia milih gue!”, sahut Juni. “Udah-udah kalian semua salah… Aldi itu gue yang punya!”, Nopi menyelah. “Apaaaaa???????”, Juni dan Mita berteriak. ,”oh..jadi sekarang saling beradu ne rebutan Aldi…ok kalo bisa kita selesaiin disini”, sahut Mita Marah. Juni pun beranjak dari duduknya dan mulai bertengkar dengan Mita dan Nopi. Cekcokpun berlangsung dengan seru, sampai saling tarik-tarikan rambut. “Wan, cabut yuk cabut!”, Aldi ngajak Iwan Pergi. Aldi dan Iwan cabut meninggalkan mereka bertiga yang asik bertengkar. Suasana wanetpun  menjadi gaduh. Orang-orang yang tak tahan mendengar pertengkaran mereka meneriiaki menyuruh pergi.
**********
“Pagi ‘Al… ne mail box untukmu:, Nita membawakan Aldi sebuah kotak ke kelasnya. “Apaan ni ‘Ta???”, tanya Aldi. “hehehe… ni surat-surat dari para penggemarmu, besok kan malamkan ada acara di sekolah, salah satunya deklamasi orang ternama di sekolah yaitu kamu. Nah ini surat-suratnya silahkan baca, utuskan dengan baik siapa nanti yang kamu pilih..ok ‘Al!”, Nita dengan semangat. “ada – ada saja nok… ah… sebenarnya aku ganyaman banget atas posisi seperti ini ‘Ta, aku pengen biasa aja”, sahut Aldi. “Ssssst…. lo itu tampan ‘Al, ga salah dikejar ribuan cewek..besok malam penentuan, cewek mana sih yang beruntuk mendapatkanmu???”. Sahut Nita. “Ta, asal kamu tahu..jujur saja gue agak takut kalo deket-deket dengan cewek, mungkin aku bukan ahlinya masalah cinta. Tapi semenjak kamu ada menemamani, aku sudah mulai membiasakan diri…. dan….”,. “Dan apa ‘Al??”, Nita memotong pembicaraan Aldi.”Aku… sukanya sama lo ‘Ta… bukan yang lain, bukan mereka, hanya kamu!”, tegas Aldi. “Hahahahahahaha ngawur lo ‘Al”, sahut Nita sambil meninggalkan Aldi, seolah menganggap semua ini hanya bercanda.
**********
“Bu buatin Aldi Rujak dong!”, Aldi baru pulang sekolah. “eh ganti pakean dulu, mandi terus makan siang”, sahut ibunya. “Malas ah bu!”, sahut Aldi.  Sedang asiknya online di kamar tiba-tiba HP berbunyi.”,Halo ‘Al, gue main kerumah lo ya sama Iwan ne!”, Dewa menelpon. “Serah kalian saja, tau saja kalian kalo ada makanan di rumah gue!”, bles Aldi bete.
“Nak ni rujaknya… eh knapa sih kok lagi bete gitu kelihatannya??”, tanya ibunya. “ga kok bu..lagi bete aja”, sahut Aldi. “ah ibu tau ni, ternyata anak ibu terkenal ya disekolahnya, hebat-hebat”, rayu ibunya. “Hebat apanya bu, yang ada Aldi terganggu…banget malah bu, tiap hari diganggu cewek-cewek kurang kerjaan!”, sahut Aldi. “Eh ga boleh gitu, kamu mestinya temani mereka ajak ngobrol bilang apa yang kamu rasain, jangan dicuekin”, sambung Aldi. Sedang asiknya ngobrol dengan ibunya, tiba-tiba Dewa dan Iwan main nyelonong ke kamarnya. “Eh tante..maaf ya tanpa permisi, abis tadi pintunya kebuka”, kata Dewa. “ga apa-apa, ya udah kalian bertiga silahkan dah ngobrol, Ibu mau masak dulu”, sahut Ibu Aldi sambil keluar dari kamar Aldi. “Ah..”, rujak Aldi langsung digerebek sama Dewa dan Iwan. “he he he…jangan diabisin, gue belum makan lho…wahparah kalian ne,,,,!”, kata Aldi kesal dengan kelakuan temannya. “Bodo amat, sini ikutan!”, sahut Iwan keasikan makan. Beberapa saat kemudian….. “pruuuuuuttttt”, “Ah siapa sih kentut ne?”, “hehe ue ‘al, gue ke toilet bentar ya”, Iwan berlarian ke toilet. Beberapa saat kemudian datang Iwan,”ah……legaaaaaaaaa”, “pruttttttttt”, aduh….”, Iwan lari ke toilet lagi, bahkan berkali – kali bolak balik dari toilet. “rasain lo…. rakus!!!”.
**********
Acara malam disekolah pun berlangsung dengan meriah. Ada acara music, game, deklamasi puisi, dance dsb. “Oke teman-teman kita sekarangmenuju ke acara berikutnya. Yaitu acara yang paling ditunggu-tunggu, menantikan pilihan top tallent di sekolah kita, langsung saja kita sambut…… AL….DI…..”. “Aldi….!… Aldi….!… Aldi….!… Aldi….!… Aldi….!… Aldi….!…”, teriakan penonton.
Aldipun dengan agak malu berusaha naik ke panggung dan memastikan bahwa microfon berfungsi. Sorak sorai penonton tiada henti meneriakkan Aldi. “ Selamat malam teman-teman, suatu kehormatan bagi saya bisa naik ke panggung ini, dan cukup menakutkan saat akan mengeluarkan kata-kata. Jujur saya tak pernah menyangka saya jadi seperti ini. Tapi ketahuilah Dengan posisi ini tak membuat saya sombong dan angkuh, Aldi yang sekarang masih tetap seperti Aldi yang dulu…” belum selesai mengutarakan maksudnya, ada penonton yang memotong pembicaraan Aldi. ,”Alllah Al, jangan banyak basa basi, bilang ja langsung siapa yang kamu pilih, kita-kita udah ga sabar nih!!!”, “Iya… cepetan!!” sahut penomton lain. “Baik kalau begitu, saya langsung saya, sebelumnya mohon maaf, ada orang yang ngefans sama kita ga berarti kita harus memilih satu di antara mereka bukan?? Kita punya pilihan masing-masing, dan kita punya kesukaan masing-masing, buat teman-teman yang sudah antusias mengirimi saya surat, terimakasih banyak, bukan berarti saya menolak, saya suka kalian semua. Namun jujur saya tidak ingin melebihi rasa suka itu lebih dari seorang teman. Dari dulu memang saya mencintai seseorang, bukan karena dia suka sama saya, tapi karena sikap dia ke saya, dan wanita itu adalah…… Nita”, sambung Aldi.
Sorak sorai penonton meledak, ada yang memberi tepuk tangan, ada pula yang meneriaki karena kecewa. “Al… jadi perkataaanmu kemarin itu serius??”, tanya Nita. “Ia ta.. dan aku tak suka memendam perasaan, inilah perasaanku, yang aku cintai bukan, mereka, bukan dia… tapi kamu seorang, dan perlu kamu ketahui, aku seperti ini, ga pedulikan orang-orang yang suka sama aku, karena aku menantimu, bertahan menantikanmu.” lanjut Aldi. “Tapi ‘Al, sebelumnya maaf, jujur aku memang ada perasaan sama kamu, tapi aku haram kamu memakluminya, aku sudah ada yang punya ‘Al, maafkan aku…”, lanjut Nita. Sia-sia sudah penantian Aldi selama ini. Niat semua pudar,penyesalan pun tak terelakkan. Terakhir Aldi menuliskan beberapa bait lagu
“Disini ku menggenggam takdir di tanganku, aku coba menahan tak menangisimu, di bait pertama…. sekuat kaki ini mencoba berlari, tetapi hati ini menuntunnya kembali, ke bait pertama…. berjalan hidupku tanpamu.. Bertahan untuk menantimu, karna menantimu di bait pertama”.
           “Ayahmu t’lah berpulang, ibumu tak tahu dimana, begitulah getirnya fakta hidupmu… Niat tulus berbagi ringankan kisah pahitmu, kumohon sambut uluran tanganku….”,
sebuah lagu terdengar dari radio butut milik Fandy yang menemaninya saat tidur siang.
           “Dar….” suara peluru terdengar mencekam membangunkan Fandy. “Paman ada apa itu Paman? ”. Terlihat pamanku dengan wajah yang kusut.
           “Nak….. ayahmu….” kata paman,
           “Ayahku kenapa paman?” aku menyela.
           “Ayahmu tertembak Company nak, karena telah mencoba melawan”.
           “Tidaaaaaaak….. Ayah.!!!!” Read the rest of this entry »

SAMSUNG GALAXY ACE DUOS

Sekian lama sudah B’li Bagus ga ngeposting ni.. Balik lagi sekarang topiknya tentang Gadget yang baru saja B’li Bagus Keep neh… ya ga begitu spesial sih.. yuk langsung saja simak.

SAMSUNG merk dagang ternama yang lagi naik daun dengan jajaran smartphone Androidnya dengan Galaxy Series. Salah satunya Samsung Galaxy Ace Duos atau Code Namenya SAMSUNG GT – S6802. Smartphone kelas midle low ini memiliki spesifikasi yang standard  standard saja. Namun karena Brandnya SAMSUNG ya tetep aja jadi incaran. Ponsel ini cocok dijadikan pilihan kalo mau nyari smartphone dengan budget 2 juta kebawah.

langsung saja nih layout Smartphonenya…. tersedia dalam dua warna yaitu Hitam dan Putih. B’li Bagus lebih suka yang Hitam karena kelihatan lebih Mewah dengan Back Casing yang berstektur yang memberikan kesan elegan. sedangkan yang putih back Casingnya putih berkilau mulus terbuat dari plastik seolah kelihatan handphone murahan… hehehehehehe

Nampak layar berukuran 3.5″ cukup nyaman untuk mengetik walalu masih beresolusi rendah. ni spesifikasi lengkapnya Read the rest of this entry »

Huh….. setelah sekian lama udah ga sempet ngepost lagi, sekarang B’li Bagus balik lagi ni cerita – cerita. Jujur untuk memfinishing postingan ini gw benr – bener pusing tujuh keliling. Gimana engga???. Gw sendiri aja ga ngerti sepenuhnya apa – apa maksud kata kata berikut. Read the rest of this entry »

NB : Harga promo berlaku sampai Agustus 2012. Setelah itu berlaku harga normal. ayo buruan sebelum deadline……….. !!!

salam Plongman….

Tag Cloud